Apakah Tidak Masalah Jika Kita Kebanyakan Tidur Di Bulan Ramadhan? Baca Ini!

http://4.bp.blogspot.com/-pxAO0_ZZEzE/VYcK_4VRp9I/AAAAAAAALBM/tlWcYCYbw0s/s1600/Tidur%2BDi%2BBulan%2BRamadhan.jpg

Motivation - Seseorang pernah bertanya mengenai hukum tidur sepanjang hari di bulan Ramadhan apakah diperbolehkan? Hal ini banyak ditanyakan karena dialami oleh setiap kalangan, baik muda maupun yang tua.  Terkadang setelah imsak, mereka tidur dan akhirnya baru bangun setelah waktu sudah mau berbuka puasa. Tujuan dari hal ini tentu saja adalah agar mereka tidak merasakan lapar dan haus. Nah bagaimanakah hukum tidur seharian di bulan Ramadhan ini?

Jawaban:

Barang siapa yang menghabiskan waktu puasanya dengan tidur seharian maka puasanya sah jika dia berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar. Namun dia berdosa karena tidak mengerjakan shalat di waktu-waktunya dan berdosa karena tidak shalat jamaah jika ia memang termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat jamaah. Orang tersebut telah meninggalkan dua kewajiban sehingga dosanya sangat besar. Kecuali jika hal tersebut bukan merupakan kebiasaannya dan orang tersebut berniat bangun untuk menegakkan shalat (namun ia ketiduran, pent), ketiduran ini sangat jarang terjadi, maka orang tersebut tidak berdosa.

http://1.bp.blogspot.com/-Fyt44n_J_54/VYcK_ibGuUI/AAAAAAAALBI/NJTos8MV4gc/s1600/Tidur-di-Masjid.jpg

Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya. Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi. Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan]


We Hope You Can Satisfied

Baca Juga
Related Post

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad