Jangan tinggalkan Shalat Saat Berpuasa! Mengapa? Baca Ini

Motivation - Di Bulan Ramadhan, Khususnya bagi para kaum remaja muda mudi terkadang masih banyak yang melalaikan shalatnya. Setelah Sahur dan makan banyak, apalagi saat suasana sedang dingin dan hujan turun, mereka lebih memilih tidur daripada menunggu adzan subuh. 

http://2.bp.blogspot.com/-Ftx2_bVsA6k/VYsKQ7ZopAI/AAAAAAAALKg/hyvFhvLQZ14/s1600/gambar-orang-sholat.jpg

Mereka biasanya baru akan shalat subuh saat mereka terbangun dan hari sudah terang, malah adapula yang tidur dan hingga bangun saat adzan dhuhur berkumandang. Dengan demikian, ia telah meninggalkan shalat subuhnya. Apakah Puasanya diterima?

Seseorang pernah bertanya pada Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin -rahimahullah - “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?

Beliau rahimahullah menjawab:

Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Qs. At Taubah [9]: 11)

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

http://1.bp.blogspot.com/-N64j8SLMXv0/VYsKTHcZEGI/AAAAAAAALKo/cfcc3FGnoOc/s1600/rerfresh-your-day-with-shalat.jpg

Pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat.

‘Abdullah bin Syaqiq –rahimahullah- (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Abdullah bin Syaqiq Al 'Aqliy; seorang tabi'in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih.]

Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti.

http://2.bp.blogspot.com/-DemhJkJKF70/VYsKRajlYJI/AAAAAAAALKc/Tr5E7u8jN54/s1600/Sudah%2BShalat%2BBelum.jpg

Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya.

We Hope You Can Satisfied

Baca Juga
Related Post

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad